Semua orang mengira mereka tahu bagaimana Monopoli dimulai. Anda mungkin berasumsi Charles Darrow menciptakannya begitu saja, atau mungkin Anda pernah mendengar cuplikan tentang Parker Brothers. Kenyataannya lebih berantakan. Game yang kita semua kenal dan sukai sebenarnya berasal dari penemuan yang sama sekali berbeda: Game Tuan Tanah.
Lizzie G. Magie menciptakan permainan papan sebelumnya. Dia juga tidak hanya mencoba-cobanya. Dia mendapatkan paten untuk Permainan Tuan Tanah pada tahun 1904. Itu lebih dari dua dekade sebelum Monopoli menjadi terkenal.
Magie belum selesai dengan pekerjaannya setelah paten pertama itu. Dia merevisi mekanismenya dan memperbarui patennya pada tahun 1924. Visinya untuk permainan ini sangat spesifik. Ia tidak bersandar pada konsep monopoli seperti yang kita pahami sekarang. Sebaliknya, hal ini mungkin merupakan alat pendidikan yang dirancang untuk menunjukkan konsekuensi ekonomi dari monopoli tanah.
Jadi kapan permainan yang kita kenal ini benar-benar diluncurkan? Itu bukan pada masa Roaring Twenties. Versi Monopoli mendapatkan popularitas besar di Amerika Serikat selama Depresi Besar. Orang-orang membutuhkan pelarian. Mereka membutuhkan permainan yang terasa seperti cara untuk menang besar ketika perekonomian riil sedang ambruk.
Hubungan antara paten awal Magie dan permainan papan modern sering kali diabaikan. Namun, tanpa landasan tahun 1904 tersebut, permainan ini mungkin akan terlihat sangat berbeda. Atau mungkin tidak ada sama sekali.
Permainan yang kita mainkan saat ini berevolusi dari Landlord’s Game karya Lizzie Magie tahun 1904, yang berfokus pada pendidikan ekonomi dibandingkan akumulasi kekayaan murni.
Catatan kaki sejarah ini mengubah cara kita memandang permainan. Ini bukan sekadar simulasi kapitalisme yang kejam. Ini memiliki cerita asal yang lebih kompleks. Kisah yang dimulai dengan seorang wanita yang ingin mengajari orang tentang uang. Dan diakhiri dengan permainan dimana orang-orang berpura-pura menjadi bankir yang kejam.
Ironinya cukup tajam. Magie ingin menunjukkan bahayanya membiarkan satu orang mengendalikan segalanya. Permainannya akhirnya menjadi simbol dari perilaku tersebut.
Pernahkah dia melihat hal ini terjadi? Mungkin tidak. Tapi kronologinya jelas. Dari tahun 1904 hingga era Depresi, mekanismenya bergeser. Namanya berubah. Niatnya berubah. Namun ide intinya tetap terikat pada desain aslinya.
Kami bermain Monopoli setiap akhir pekan. Kami berdebat tentang Boardwalk. Kami berdagang hotel. Kita jarang memikirkan Lizzie G. Magie.
Mungkin kita harus melakukannya. Revisi patennya pada tahun 1924 meletakkan dasar bagi apa yang menjadi pokok budaya. Permainan ini bertahan karena sesuai dengan mood zaman. Ini menawarkan fantasi kendali di dunia yang tidak terkendali.
Itu sebabnya macet. Dan itulah mengapa produk ini masih ada di rak kami. Lama setelah Depresi berakhir. Lama setelah nama Magie menghilang dari kotaknya.






















