Para ilmuwan yang ditempatkan di Gletser Thwaites yang terpencil di Antartika siap untuk memulai operasi pengeboran penting yang bertujuan untuk memahami bagaimana pemanasan air laut mempercepat pencairan es dari bawah. Misi tersebut, yang merupakan puncak dari perjalanan selama delapan minggu dengan kapal pemecah es Korea Selatan Araon, akan memungkinkan para peneliti untuk menyebarkan instrumen langsung ke rongga laut di bawah gletser – sebuah upaya yang pertama kali dilakukan.
Urgensi Penelitian Thwaites
Gletser Thwaites sangat memprihatinkan karena ukuran dan ketidakstabilannya. Sering disebut “Gletser Kiamat”, keruntuhannya dapat menaikkan permukaan air laut global lebih dari setengah meter, sehingga memicu destabilisasi lebih lanjut pada gletser di sekitarnya. Memantau laju pencairan di bawah air sangat penting untuk menyempurnakan model iklim dan memprediksi kenaikan permukaan laut di masa depan dengan lebih akurat.
Tim tersebut, yang terdiri dari ilmuwan dari Inggris dan Korea Selatan, awalnya berencana memulai pengeboran pada hari Selasa. Namun, angin Antartika yang kencang mengancam akan membekukan peralatan mereka atau menguburnya di salju. Kondisi diperkirakan akan membaik pada hari Rabu, memberikan mereka waktu yang lebih baik untuk melaksanakan proses pengeboran yang memakan waktu lebih dari 60 jam.
Mengatasi Kondisi Ekstrim
Para peneliti menyadari risiko yang ada: “Kita sudah sampai sejauh ini,” jelas Peter Davis, ahli kelautan di British Antarctic Survey. “Akan menjengkelkan jika kita gagal pada rintangan terakhir, hanya demi satu hari.”
Operasi ini bukan hanya sekedar mengumpulkan data; ini tentang mendorong batas-batas penelitian ilmiah di salah satu lingkungan bumi yang paling tidak kenal ampun. Wawasan yang diperoleh akan sangat penting untuk memahami seberapa cepat kerusakan gletser terjadi, dan apa dampaknya bagi masyarakat pesisir di seluruh dunia.
Keberhasilan misi ini sangat penting, karena nasib Gletser Thwaites akan secara signifikan menentukan lintasan perubahan iklim dan dampaknya terhadap permukaan laut global.
























