Tahun 2025 merupakan tahun kemajuan ilmu pengetahuan yang luar biasa dan campur tangan politik Amerika Serikat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun kemajuan dalam komputasi kuantum, penelitian kanker, dan pemahaman kita tentang makanan ultraproses mendominasi berita utama, berita yang paling menentukan adalah perusakan ilmu pengetahuan secara agresif oleh pemerintahan Trump.

Perkembangan Ilmiah Utama Tahun Ini

Sepanjang tahun 2025, Berita Sains meliput terobosan signifikan di berbagai bidang:

  • Revolusi Kuantum: Penemuan baru mendorong batas-batas komputasi kuantum, menjanjikan teknologi disruptif di tahun-tahun mendatang.
  • Krisis Kanker: Meningkatnya angka kanker di kalangan generasi muda memicu penelitian mendesak mengenai penyebab dan pengobatannya. Tren ini menuntut pandangan yang lebih mendalam terhadap faktor lingkungan, perubahan gaya hidup, dan metode deteksi dini.
  • Makanan ultraproses: Investigasi mengungkap sifat adiktif dari makanan ultraproses, sehingga menyoroti perlunya peraturan yang lebih ketat dan kampanye kesehatan masyarakat.
  • Observatorium Vera C. Rubin: Peluncuran perdana observatorium generasi mendatang ini menjanjikan revolusi astronomi dengan memetakan alam semesta dengan detail yang belum pernah ada sebelumnya.
  • Mitigasi Kebakaran Hutan: Strategi yang didukung ilmu pengetahuan untuk melindungi masyarakat dari kebakaran hutan semakin mendapat perhatian, sehingga menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan bencana secara proaktif.

Intervensi Politik dan Konsekuensinya

Setelah pemilu tahun 2024, Berita Sains segera memperingatkan pembaca tentang potensi dampak buruk terhadap sains di bawah masa jabatan Trump yang kedua. Kekhawatiran tersebut terbukti beralasan ketika pemerintah memberlakukan pemotongan dana secara drastis, yang menargetkan bidang-bidang seperti astronomi dan kesehatan masyarakat yang secara tradisional mendapat dukungan bipartisan.

Analisis terhadap lebih dari 5.300 hibah National Institutes of Health (NIH) dan National Science Foundation (NSF) yang dihentikan atau dibekukan pada tahun 2025 mengungkapkan skala kerusakan yang ditimbulkan. Data ini divisualisasikan dalam grafik sunburst terperinci yang dibuat oleh editor berita asosiasi Christopher Crockett dan asisten direktur seni Brody Price, dengan verifikasi independen dari jurnalis lepas Cam Rodriguez.

Menjelajahi Masalah Kompleks: Biologi, Kedokteran, dan Keanekaragaman Saraf

Beyond funding battles, Science News tackled contentious scientific debates head-on:

  • Seks Biologis: Kompleksitas seks di luar biner tradisional dieksplorasi, menantang asumsi-asumsi yang sudah ketinggalan zaman.
  • Keamanan Antidepresan: Pemeriksaan kritis terhadap kemanjuran antidepresan dan efek sampingnya memicu diskusi berkelanjutan tentang pengobatan kesehatan mental.
  • Debat Fluorida: Dampak kesehatan dari hilangnya fluorida dari air minum diteliti dengan cermat, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan kesehatan masyarakat.
  • Tingkat Autisme: Meningkatnya angka autisme diselidiki, bersamaan dengan kebutuhan individu autis dan keluarganya akan sistem pendukung yang lebih baik.

Melihat ke Depan: Ketahanan dan Ketidakpastian

Tahun 2025 menunjukkan ketangguhan para ilmuwan dalam menghadapi hambatan politik. Para peneliti beradaptasi dengan mencari sumber pendanaan alternatif, menjalin kolaborasi, dan mengadvokasi kebijakan berbasis bukti. Namun, dampak jangka panjang dari pemotongan ini terhadap kepemimpinan ilmiah Amerika masih belum pasti.

Masa depan ilmu pengetahuan AS bergantung pada komitmen baru terhadap pendanaan, transparansi, dan penghormatan terhadap pengambilan keputusan berdasarkan bukti. Tanpa landasan ini, negara ini berisiko tertinggal dalam dunia yang mengutamakan inovasi ilmiah.

попередня статтяPermintaan Daging Lemur Mengancam Primata yang Terancam Punah di Madagaskar