Penelitian baru menunjukkan bahwa obat penurun berat badan semaglutide—yang dipasarkan sebagai Wegovy dan Ozempic—dapat diproduksi hanya dengan $3 per dosis bulanan, sehingga berpotensi membuka akses bagi jutaan orang di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Perkembangan ini terjadi ketika paten-paten utama akan habis masa berlakunya, sehingga memungkinkan persaingan obat generik dan secara signifikan mengurangi biaya produksi.
Krisis Obesitas Global dan Hambatan Akses
Lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia hidup dengan obesitas, jumlah ini meningkat pesat di negara-negara berkembang karena perubahan pola makan dan gaya hidup yang kurang gerak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan semaglutide sebagai obat esensial pada tahun 2023, namun tingginya harga obat ini sangat membatasi ketersediaannya di wilayah yang paling membutuhkannya.
Saat ini, harga obat tersebut sekitar $200 per bulan di AS dan £120 di Inggris. Titik harga ini membuatnya tidak dapat diakses oleh sebagian besar populasi global. Potensi penurunan hingga $3 per dosis menunjukkan perubahan dramatis, sehingga pengobatan dapat dilakukan bagi mereka yang tidak mampu membayar harga pasar saat ini.
Kedaluwarsa Paten dan Persaingan Generik
Studi tersebut, yang diterbitkan sebagai pra-cetak, merinci bagaimana semaglutide dapat diproduksi secara massal dengan biaya lebih rendah dalam bentuk suntikan. Formulasi berbasis pil diperkirakan $16 per bulan. Paten inti yang habis masa berlakunya tahun ini di sepuluh negara termasuk Brasil, Tiongkok, India, dan Afrika Selatan, segera membuka jalan bagi produsen obat generik untuk memasuki pasar.
Selain itu, para peneliti mengidentifikasi 160 negara—yang merupakan rumah bagi 69% penderita diabetes tipe 2 dan 84% penderita obesitas—yang hak patennya tidak pernah diajukan. Ini berarti akses yang lebih luas dapat dilakukan tanpa menunggu habisnya masa berlaku paten.
Melampaui Biaya: Tantangan Sistemik Masih Ada
Para peneliti menekankan bahwa obat yang lebih murah saja tidak akan mengatasi obesitas. Masalah mendasar seperti kerawanan pangan, kemiskinan, urbanisasi, dan pemasaran makanan tidak sehat yang agresif perlu diatasi. Kebijakan yang terkoordinasi dan perencanaan pengadaan akan sangat penting untuk memaksimalkan manfaat dari harga obat yang lebih rendah.
Nomathemba Chandiwana, seorang spesialis obesitas, mencatat bahwa sekitar 27% orang dewasa di seluruh dunia memenuhi syarat untuk pengobatan semaglutide, namun sebagian besar tinggal di negara-negara yang aksesnya terbatas. Mengintegrasikan obat secara bertanggung jawab ke dalam sistem layanan kesehatan yang lebih luas kini menjadi tantangan utama.
Model Obat Esensial yang Terbukti
Potensi semaglutide yang terjangkau mengikuti pola yang terlihat pada obat HIV, tuberkulosis, malaria, dan hepatitis, dimana produksi obat generik berbiaya rendah telah menyelamatkan jutaan nyawa. Para peneliti yakin keberhasilan ini bisa terulang kembali.
Obesitas dikaitkan dengan konsekuensi kesehatan yang parah, termasuk penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker. Angka kematian global akibat kelebihan berat badan mencapai 3,7 juta setiap tahunnya. Jumlah penderita diabetes telah melonjak dari 200 juta pada tahun 1990 menjadi 830 juta pada tahun 2022, dengan pertumbuhan tercepat terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.
Penelitian ini didasarkan pada data pengiriman terverifikasi dari pemasok bahan-bahan utama, menggunakan metodologi yang sama yang secara akurat memperkirakan harga generik untuk obat-obatan penting lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa titik harga $3 bukanlah spekulasi optimis namun merupakan proyeksi realistis berdasarkan biaya produksi.
Pada akhirnya, potensi semaglutide yang terjangkau menandai langkah signifikan dalam mengatasi krisis obesitas global, namun keberhasilannya bergantung pada perubahan sistemik dan penerapan yang bertanggung jawab serta harga yang lebih rendah.
