Philadelphia sedang bergulat dengan krisis obat-obatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dipicu oleh munculnya medetomidine, obat penenang hewan yang ampuh yang kini mencemari pasokan fentanil. Ini bukan masalah overdosis, tapi krisis penarikan brutal yang mengirim pengguna ke dalam siksaan fisik dan psikologis yang mengerikan.
Meningkatnya Ancaman Medetomidine
Medetomidine, dirancang untuk menenangkan hewan besar, menyebabkan pemadaman listrik hampir seketika ketika tertelan oleh manusia. Efek obat ini sangat kuat sehingga penggunanya cepat menjadi ketergantungan, sehingga memerlukan dosis setiap beberapa jam untuk menghindari penghentian obat yang menyiksa.
Situasi ini sangat mengerikan karena penghentian medetomidine jauh lebih parah dibandingkan dengan penggunaan opioid saja. Korban mengalami kejang hebat, delirium, halusinasi, dan gejala yang berpotensi fatal jika tidak ditangani.
Seorang pria, Joseph, menceritakan episode penarikan diri baru-baru ini kepada The New York Times. Dia menggambarkan terjatuh di lantai, kejang-kejang, dan muntah-muntah tak terkendali. Kecepatan dan intensitas penghentian obat tidak seperti yang pernah dia alami selama bertahun-tahun akibat penyalahgunaan opioid.
Mengapa Ini Penting: Jenis Kecanduan Baru
Kehadiran Medetomidine dalam pasokan obat menandai peningkatan krisis opioid yang berbahaya. Tidak seperti overdosis fentanil, yang terkadang dapat diatasi dengan nalokson, penghentian medetomidine lebih sulit untuk diatasi. Perawatan tradisional untuk penghentian opioid kurang efektif, dan obat tersebut berasal dari hewan sehingga ahli kimia jalanan mencampurkannya dengan potensi yang lebih besar.
Krisis ini menyebar ke luar Philadelphia, dan laporan juga muncul dari kota-kota lain di wilayah Timur dan Barat Tengah. Ketika medetomidine menjadi lebih umum, layanan darurat dan kelompok pengurangan dampak buruk menghadapi lonjakan kasus yang tidak siap mereka tangani.
Tren ini didorong oleh rantai pasokan terlarang: medetomidine murah, mudah diperoleh dalam jumlah besar dari sumber-sumber hewan, dan efeknya meningkatkan potensi fentanil. Hal ini menjadikannya bahan tambahan yang menarik, meski mematikan, bagi pengedar narkoba.
Apa Selanjutnya?
Krisis medetomidine menyoroti perubahan yang meresahkan dalam pasar obat-obatan terlarang: para pecandu kini menderita akibat putus obat dan overdosis. Situasi ini memerlukan tindakan segera dari pejabat kesehatan masyarakat dan penegak hukum untuk membendung penyebaran, mendidik pengguna, dan mengembangkan strategi pengobatan yang efektif. Bahaya langsungnya sudah jelas: gejala putus zat menjadi kenyataan baru dan menakutkan bagi banyak orang yang mengonsumsi fentanil di jalanan.
