Seorang astronot Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menangkap gambar yang menakjubkan dari roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) NASA, yang siap untuk misi Artemis 2 – perjalanan ke bulan berawak pertama umat manusia dalam lebih dari setengah abad. Foto tersebut, yang diambil oleh astronot NASA Chris Williams, memperlihatkan roket tersebut berada di landasan peluncuran di Kennedy Space Center di Florida, hanya beberapa hari setelah kedatangannya pada 17 Januari. Peluncuran paling cepat tanggal 6 Februari saat ini direncanakan.
Artemis 2: Misi Penting
Misi Artemis 2 dijadwalkan membawa empat astronot dalam perjalanan sepuluh hari mengelilingi bulan. Awaknya termasuk Reid Williams (komandan) NASA, Victor Glover (pilot), Christina Koch (spesialis misi), dan astronot Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen (spesialis misi). Misi ini memiliki tonggak sejarah yang penting: Glover akan menjadi orang kulit berwarna pertama di luar angkasa, Koch menjadi wanita pertama, dan Hansen menjadi orang non-Amerika pertama yang menjelajah melampaui orbit rendah Bumi.
Misi ini bukan hanya tentang mencapai bulan; ini tentang mendobrak hambatan dalam eksplorasi ruang angkasa. Program Artemis bertujuan untuk menciptakan kehadiran manusia yang berkelanjutan di permukaan bulan, setelah pendaratan awak terakhir Apollo 17 pada tahun 1972.
Peluncuran dan Pengujian Roket
Roket SLS diangkut ke Launch Pad 39B pada hari Sabtu di atas crawler-transporter – kendaraan yang sebelumnya digunakan untuk misi Apollo dan Pesawat Ulang-alik. Roket tersebut menghabiskan hampir 12 jam bergerak melintasi Kennedy Space Center, sebuah bukti skala infrastruktur ruang angkasa modern.
Saat ini, roket tersebut sedang menjalani pengujian yang ketat, termasuk “latihan pakaian basah” yang kritis, yang melibatkan simulasi rangkaian peluncuran dengan pengisian bahan bakar penuh. Tes ini terbukti menantang bagi Artemis 1 dan sangat penting untuk memastikan kesiapan SLS.
Melampaui Artemis 2: Ambisi Bulan Jangka Panjang
Artemis 2 akan berfungsi sebagai uji terbang komprehensif untuk pesawat ruang angkasa Orion, mempersiapkannya untuk misi yang lebih ambisius dan berdurasi panjang. Tujuan utamanya adalah Artemis 3, yang direncanakan pada tahun 2027 atau 2028, yang akan melakukan pendaratan di bulan berawak pertama dalam beberapa dekade, sambil menunggu kesiapan pendarat Starship SpaceX.
“Program Artemis mewakili komitmen baru terhadap eksplorasi bulan, dengan tujuan jangka panjang termasuk membangun pangkalan permanen di bulan,” NASA menyatakan dalam tinjauan program.
Tanggal peluncuran masih dapat berubah seiring berjalannya pengujian. Namun, gambar yang diambil oleh Williams dari ISS berfungsi sebagai pengingat kuat akan momen bersejarah yang sedang berlangsung: umat manusia sekali lagi berada di ambang kembalinya ke bulan.
Program Artemis menandakan era baru eksplorasi ruang angkasa, tidak hanya sebagai upaya ilmiah namun juga sebagai batu loncatan menuju pendirian pijakan permanen di luar Bumi.
