François-André Philidor lebih dari sekedar musisi. Dia merupakan ancaman ganda bagi Eropa pada abad ke-18. Ia lahir 7 September 1726 di Dreux, Perancis, dan meninggal 31 Agustus 1795 di London. Selama ini ia dikenal karena dua keterampilan yang berbeda. Salah satunya menyangkut gedung opera. Yang kedua terdiri dari 64 kotak dan 32 buah.
Dia berasal dari keluarga musik. Anggota terakhir dari grup, Philidor, menerima pendidikan musik yang ketat. Dia siap untuk menunjukkan kemampuannya. Kemudian kehidupan berubah drastis.
Pembatalan tur membuatnya berada di Belanda. dia berumur 18 tahun. Tidak ada pertunjukan. Tidak ada penghasilan. Jadi dia mengambil papan catur itu.
Kecelakaan itu mengubah segalanya. Dia mulai berkompetisi di kompetisi di seluruh Eropa. Strateginya berhasil. Dia sangat sukses di Inggris. Orang Inggris mencintainya. Di sana ia menerbitkan buku tentang catur. Klub Catur London bahkan memberinya uang pensiun. Uang untuk bermain. Dan untuk menulis.
Kembalinya Paris
Pada tahun 1754, Philidor kembali ke Paris. Dia tidak pernah menyerah pada musik. Dia baru saja membagi fokusnya. Dia mulai mengarang opera, yang menjadi populer. Sancho Pança dans Son isle (1762) sangat populer. Tom Jones (1765) menyusul. Ia juga menggubah musik dramatis dan sakral.
Ia pun terus bermain catur. Dia bepergian secara teratur ke London. Kedua nafsu ini tetap berhubungan erat selama sisa hidupnya.
Fans sering bertanya tentang permainan terbaiknya. Apa pertandingan catur Philidor yang paling terkenal? Lihatlah kemenangannya atas Count Hans Bruhl. Dia bermain di ksatria untuk peluang pion. Permainan ini diberi anotasi. Ini dapat dilihat online sebagai game 1 dari 25 game bersejarah.
Ini adalah pengingat bahwa orang jenius jarang hanya mengikuti satu jalur.





















